Archive for January 2016
Manfaat Laut bagi Kehidupan
By : Unknown
Manfaat
Laut Bagi Kehidupan Manusia
Indonesia
memiliki wilayah perairan yang sangat luas,namun keadaan laut di negara kita
sangat kurang terjaga sehingga banyak ancaman sengketa mengenai batas wilayah
perairan laut Indonesia dengan negara-negara tetangga.
Laut
merupakan bagian dari samudera.Lautan adalah laut yang sangat luas.Laut
merupakan kumpulan air asin dalam jumlah yang sangat banyak dan menggenangi
yang membagi daratan atas benua atau pulau.
Air
merupakan sumber utama yang dibutuhkan setiap makhluk hidup.Air memiliki
peranan yang sangat kuat di dalam kehidupan.Keadaan negara Indonesia yang
terletak atau dikelilingi lautan ini mendatangkan manfaat yang besar bagi warga
yang hidup atau tinggal di dalamnya.Di dalam dan di atas laut terdapat kekayaan
sumber daya alam yang dapat dimanfaatkan.
Berikut akan
diuraikan beberapa manfaat laut bagi kehidupan manusia,yaitu:
1.Laut
sebagai sumber makanan
Dikatakan
laut sebagai sumber makanan,karena makanan yang biasa kita makan berasal dari
laut,seperti ikan,rumput laut,garam,dsb.Ikan banyak dijumpai di daerah
pertemuan arus panas dan dingin seperti yang terdapat di Jepang,Selat
Malaka,New Foundlandbank.
2.Untuk
mengontrol iklim dunia
Tanpa
peranan laut,maka hampir keseluruhan planet Bumi ini akan menjadi terlalu
dingin bagi manusia untuk hidup,karena laut memiliki peranan penting dalam
mengontrol iklim dunia dengan memindahkan panas dari daerah ekuator menuju
daerah kutub.Hampir 60% penduduk hidup atau tinggal di daerah sekitar
pantai.Bumi ditutupi oleh air yaitu sekitar 70% dikelilingi oleh air.
Air
laut bergerak secara terus-menerus mengelilingi Bumi dalam satuan sabuk aliran
yang sangat besar yang disebut dengan “Global Conveyor Belt” bergerak dari
permukaan ke dalam samudera dan kembali lagi ke eprmukaan.Angin,temperatur dan
salinitas(kadar garam air laut) air laut mengontrol sabuk aliran global.Sabuk
aliran ini yang kemudian memindahkan energi panas yang dipancarkan oleh
Matahari ke Bumi.
Angin
laut membawa uap yang merupkaan sumber untuk turunnya hujan didaratan ataupun
lautan.Arus laut panas dapat memperbaiki keadaan iklim di
daerah-daerah yang didatangi arus tersebut,sebab dengan datang nya arus panas
ke arus dingin akan menyebabkan pertemuan kedua arus sehingga menjadikan atau
membentuk arus baru.
Lautan
berperan menangkap karbon dioksida (CO2) dari atmosfer dalam jumlah yang sangat
besar.Sekitar ¼ CO2 tersebut diserap dan disimpan dilautan.CO2 yang tersimpan
di dlaam laut hingga berabad-abad mampu mengurangi pemanasan global atau bahasa
keren nya ”Global Warming”..
Laut
memilik peranna yang sangat besar bagi kehidupan makhluk hidup.Manusia sebagai
makhluk yang paling tinggi derajat nya dan memiliki akal pikiran maka sudah
seharusnya menjaga laut dan tetap melestarikaknnya,bukan malah merusak nya(mengambil
keuntungan nya saja tanpa memikirkan akibat nya di masa yanga kan datang).
Jika
ekosistem laut berkurang maka kemampuan laut untuk menyerap CO2 akan berkurang
pula,maksud dari berkurang nya ekosistem lauta seperti rusaknya terumbu karang
dan hutan bakau.Kerusakan hutan bakau semakin marak terjadi karena banyak
masyarakat yang mengalihkan fungsi lahan.Dan kerusakan terumbu karang seperti
eksploitasi terumbu karang tanpa ada penanaman nya kembali.
3.Laut
sebagai tempat rekreasi dan Hiburan
Selain
digunakan untuk iklim dunia dan sumber makanan,laut juga dapat dijadikan salah
satu pilihan untuk dijadikan tempat berwisata/rekreasi.Misalnya,
Jika airnya jernih maka dapat
digunakan untuk tempat pemandian
Dapat dijadikan objek tourisme jika
memiliki teluk-teluk yang indah
Dapat dijadikan tempat menyelam,jika
laut itu memiliki terumbu karang yang indah dan makhluk laut yang ada di
sekitar terumbu karang itu.
4.Pembangkit
Listrik Tenaga Ombak,Angin,Pasang Surut,dsb
5.Tempat
Budidaya Ikan,Kerang Mutiara,Rumput Laut,dsb
Laut
juga berperan di dalam mata pencaharian manusia,laut dijadikan tempat budidaya
untuk memenuhi kebutuhan hidup manusia terutama bagi orang-orang yang tinggal
di daerah pantai atau laut.
6.Laut sebagai
tempat barang tambang
Di
Laut dangkal sekitar Asia Tenggara telah terbukti banyak ditemukan barang
tambang serta minyak bumi.Saat ini kita tinggal menikmati hasil dari
pengendapan makhluk-makhluk laut yang telah mati jutaan tahun yang lalu yang
kita kenal dengan nama”minyak bumi”.
Di
laut pinggiran daerah Continental Self banyak terdapat endapan mineral yang
sangat berguna bagi industri,seperti yang terdapat di Bangka dan Belitung.
7.Sebagai
Objek Riset Penelitian
Laut
sering digunakan sebagai tempat dan alat bantu untuk penelitian yang
terkait tentang morfologi dasar laut,gerakan air laut,salinitas air
laut,proses-proses yang terjadi didalam laut,bagaimana kehidupan di dalam laut
serta manfaat laut bagi manusia,terutama penduduk sekitar.
8.Laut
sebagai Sumber Air Minum
Jika
kita berfikir sesaat,pasti yang terlintas di benak kita “bagaimana mungkin air
laut dapat diminum,sementara rasanya asin”.Memang benar,air laut tidak bisa
diminum secara langsung.Air laut dapat diminnum jika telah melalui sebuah
proses yang disebut dengan “DESALINASI”.
9.Laut
sebagai Jalur Transportasi
Sebelum
ada jalan darat dan udara,maka laut lah yang berperan penting dalam proses
transportasi.Laut merupakan jalur transportasi yang baik dan mudah sebab tidak
perlu membuad jalan seperti jalur transportasi darat.
10.Manfaat
Laut bagi penduduk lokal
Peranan
laut bagi penduduk lokal sangat lah besar.Karena selain sebagai mata
pencaharian mereka ,laut juga merupakan bagian yang tak terlepas dari
tanggungjawab mereka sebagai nelayan untuk dikelola dan di pelihara dengan
penuh rasa tanggungjawab.Awalnya penduduk lokal mengartikan laut sebagai salah
satu bagian saja dari wilayah negara kita yang diciptakan oleh sang
pencipta,namun setelah mereka merasakan fungsi yang begitu besar dari laut itu
maka penduudk lokal menempatkan laut itu sebagai lahan dan sumber kehidupan
bagi mereka untuk melanjutkan dan mempertahankan kehidupan dalam rangka menuju
kepada kehidupan yang sejahtera dan lebih baik.Fungsi laut bagi kehidupa
pneduduk lokal yaitu:
Berfungsi sebagai kekayaan alam yang
perlu dijaga,dikelola dan dilestarikan.
Laut sebagai lahan mereka
menggantungkan hidup an meneruskan hidup(sebagai tempat mata pencaharian).
Laut berfungsi sebagai sarana bagi
penduduk lokal untuk mengembangkan keterampilan mereka di bidang perikanan.
ssemoga bermanfaat teman teman
Tag :
sejarah indonesia,
SEJARAH SUKU BUGIS
By : ahmad rifky ridhaKata
sejarah, moyang kita adalah pelaut ulung. Mereka merajai lautan. Mereka bukan
sekadar turun ke laut memancing ikan, lalu balik lagi ke darat. Bahkan beberapa
sejarawan menyusun hipotesa yang tak terduga terkait moyang kita yang
menyambangi samudera melintasi benua, dan berkeliling dunia.
Bajak Laut
Ada yang percaya bahwa hikayat bajak laut yang paling banyak ditakuti di seluruh samudera adalah orang-orang Bugis. Anda bisa membayangkan, seandainya Johnny Depp adalah orang Bugis, maka akan semakin yakinlah kita.
Tapi jika bajak laut masih dianggap kurang meyakinkan, cerita lain justru tidak kalah menggemparkan. Yang paling mengejutkan adalah benua Amerika dan Australia konon adalah temuan orang-orang Bugis.
Columbus atau Cheng Ho
Gambar: histramar
Hipotesis mengenai penemuan benua Amerika tentu saja banyak dibantah oleh kalangan akademik, yang terlanjur meyakini bahwa Columbus, sekitar abad XV, sebagai orang pertama yang menjejakkan kaki di negeri Paman Syam itu. Tapi siapa yang tahu kejadian sejarah yang sebenarnya, selain mereka para pelaku?
Apalagi, hipotesis berbeda justru pernah dikemukakan seorang ahli kapal selam dan sejarawan Gavin Menzies tentang penemu Amerika yang bukan Columbus. Menurut Gavin, penemu Benua Amerika adalah Laksamana Muslim asal Cina bernama Cheng Ho. Dalam tulisannya, Cheng Ho telah menginjakkan kaki di benua baru itu, 70 tahun sebelum pelayaran Columbus.
Hipotesa Bugis
Gambar: wallmay.net
Tapi kesimpulan Bugis sebagai penemu Amerika memiliki argumentasi tersendiri. Konon, saat berlabuh di benua tempat pembuangan tokoh-tokoh politik itu, para awak kapal Bugis itu sempat mengagumi daratan temuan mereka.
Singkat cerita, ketika mereka hendak melanjutkan perjalanan keliling dunia, mereka melakukan ritual untuk memanggil angin. Maklum, saat itu, kapal-kapal penjelajah samudera belum ada yang dibekali dengan mesin. Praktis, ketika mereka hendak berlayar, mereka membutuhkan angin untuk mendorong kapal mereka untuk terus bergerak.
Saat ritual pemanggilan angin dilakukan, para awak kapal Bugis itu serentak berteriak “Ammirikko Anging…!” ungkapan tersebut bermakna “berhembuslah, angin…!” Kata “Ammirikko” itulah yang dianggap sebagai cikal bakal penamaan benua tersebut menjadi Amerika.
Cerita penemuan benua Australia juga dikaitkan dengan orang Bugis. Bahkan, suku asli Australia, Aborigin disebut-sebut sebagai keturunan orang Bugis. Beberapa temuan kosakata dan ungkapan sehari-hari orang Aborigin mirip dengan bahasa Bugis.
Anda boleh percaya, tidak pun boleh. Yang pasti, banyak saudara-saudara kita yang saat ini berada di perantauan, di seluruh penjuru dunia. Ada yang berstatus sebagai TKI, Mahasiswa, Duta Besar, menjadi turis, atau ikut dalam rombongan backpackers.
Bukan tidak mungkin, diantara para perantau itu, mereka mampu melakukan sesuatu yang membuka mata dunia. Siapa sangka suatu waktu ada orang Bugis yang mampu menancapkan bendera Merah Putih di puncak Gunung Everest.
Siapa yang paling
pertama menemukan Benua Amerika?
Karaeng Pa’Runtu’ Dg Passap’pa’ dan rombongan sementara berlayar, dalam perjalanan kapalnya terserang Badai yang sangat besar yang lebih dikenal dengan nama AQUA LAGUNA dan akibatnya Karaeng Pa’Runtu’ Dg Passap’pa’ beserta rombongan terdampar di sebuah pulau yang sangat asing dan tak berpenduduk. Rombongan lalu memasuki hutan meskipun mereka tahu kemungkinan besar akan menemukan banyak binatang super buas.
Setelah menyusuri hutan beberapa lama, mereka tidak berhasil menemukan manusia di semua bagian pulau, mereka akhirnya kembali ke pantai dan berusaha memperbaiki kapal dengan menggunakan peralatan yang ada dan bermaksud untuk melakukan pelayaran pulang ke Tanjung Bunga Makassar. Sialnya, layar telah berkembang tapi angin tak kunjung bertiup hingga asa tak sampai walaupun rindu akan kampoeng halaman telah menyergap seluruh rombongan , mereka kemudian memutuskan membaca mantra ajaib dari timur lalu beramai-ramai memanggil angin.
Am’mirik’ko…..…
Am’mirik’ko….....
Am’mirik’ko….....
(Bugis:Am’mirik’ko= Berhembuslah), semua crew berteriak…
Angin akhirnya berhembus dan mengembangkan layar perahu mereka yang membawaKaraeng Pa’Runtu’ Dg Passap’pa’ dan crew tiba kembali di kampung halaman.
Sesampainya di Tanjung bunga, Kapal berlabuh dan semua awak turun. Setelah semua awak turun, Karaeng Pa’Runtu’ Dg Passap’pa’ merasa ada yang kurang. Setelah berpikir agak lama, barulah dia menyadari bahwa salah satu awaknya tertinggal di pulau aneh itu. Awak yang tertinggal itu adalah SYAMSUDDIN
Sementara itu di sebuah tanjung, Syamsuddin terus menunggu dan berharap teman-temanya akan kembali dan menjemputnya. Tapi, yang datang adalah pelaut-pelaut portugis.
Orang Portugis bertanya dalam bahasa latin “Apa nama pulau ini?“, Syamsuddin bingung karena tidak mengerti bahasa latin. Dia mengira orang portugis itu menanyakan apa yang dia lakukan di pulau ini. Diapun menjawab dalam bahasa Internasional (Bugis Makassar) “aku ditinggalkan temanku, Apa kalian berpapasan dengan orang-orang yang berteriakAm’mirik’ko?".
Orang Portugis mengira Am’mirik’ko adalah nama pulau itu. Para pelaut Portugis itupun kembali ke kampung halamannya lalu melaporkan tentang sebuah pulau yang bernama Tanah Ameriko, yang selanjutnya disebut Amerika.
Selama ini Amerika telah menutup-nutupi bahwa Orang Bugis Makassar lah yang menemukan Benua Amerika. Mereka tidak ingin Dikatakan sebagi anak cucu Syamsuddin (baca:orang Indonesia). Bagaimanapun hal tersebut ditutup-tutupi, Amerika tetap berjuluk Negeri PamanSAM (-suddin).
Mereka juga tidak menyadari bahwa nama Amerika adalah padanan kata dari Am’mirik’ko. Dan, Tanjung Tempat Syamsuddin menunggu dan mengharapkan teman-teman yang tak akan pernah menjemputnya kemudian dikenal sebagai TANJUNG PENGHARAPAN.
Orang mengenal Australia adalah
daerah koloni Inggris yang dirintis sejak tahun 1788 sebagai tempat pembuangan
para narapidana dan pelacur. Tapi berdasar penelitian berbagai literatur
menunjukkan bahwa orang orang Bugis telah berlayar ke Australia untuk mencari
tripang sebelum penjelajah Eropa mencapai benua itu.
Bajak Laut
Ada yang percaya bahwa hikayat bajak laut yang paling banyak ditakuti di seluruh samudera adalah orang-orang Bugis. Anda bisa membayangkan, seandainya Johnny Depp adalah orang Bugis, maka akan semakin yakinlah kita.
Tapi jika bajak laut masih dianggap kurang meyakinkan, cerita lain justru tidak kalah menggemparkan. Yang paling mengejutkan adalah benua Amerika dan Australia konon adalah temuan orang-orang Bugis.
Columbus atau Cheng Ho
Hipotesis mengenai penemuan benua Amerika tentu saja banyak dibantah oleh kalangan akademik, yang terlanjur meyakini bahwa Columbus, sekitar abad XV, sebagai orang pertama yang menjejakkan kaki di negeri Paman Syam itu. Tapi siapa yang tahu kejadian sejarah yang sebenarnya, selain mereka para pelaku?
Apalagi, hipotesis berbeda justru pernah dikemukakan seorang ahli kapal selam dan sejarawan Gavin Menzies tentang penemu Amerika yang bukan Columbus. Menurut Gavin, penemu Benua Amerika adalah Laksamana Muslim asal Cina bernama Cheng Ho. Dalam tulisannya, Cheng Ho telah menginjakkan kaki di benua baru itu, 70 tahun sebelum pelayaran Columbus.
Hipotesa Bugis
Tapi kesimpulan Bugis sebagai penemu Amerika memiliki argumentasi tersendiri. Konon, saat berlabuh di benua tempat pembuangan tokoh-tokoh politik itu, para awak kapal Bugis itu sempat mengagumi daratan temuan mereka.
Singkat cerita, ketika mereka hendak melanjutkan perjalanan keliling dunia, mereka melakukan ritual untuk memanggil angin. Maklum, saat itu, kapal-kapal penjelajah samudera belum ada yang dibekali dengan mesin. Praktis, ketika mereka hendak berlayar, mereka membutuhkan angin untuk mendorong kapal mereka untuk terus bergerak.
Saat ritual pemanggilan angin dilakukan, para awak kapal Bugis itu serentak berteriak “Ammirikko Anging…!” ungkapan tersebut bermakna “berhembuslah, angin…!” Kata “Ammirikko” itulah yang dianggap sebagai cikal bakal penamaan benua tersebut menjadi Amerika.
Cerita penemuan benua Australia juga dikaitkan dengan orang Bugis. Bahkan, suku asli Australia, Aborigin disebut-sebut sebagai keturunan orang Bugis. Beberapa temuan kosakata dan ungkapan sehari-hari orang Aborigin mirip dengan bahasa Bugis.
Anda boleh percaya, tidak pun boleh. Yang pasti, banyak saudara-saudara kita yang saat ini berada di perantauan, di seluruh penjuru dunia. Ada yang berstatus sebagai TKI, Mahasiswa, Duta Besar, menjadi turis, atau ikut dalam rombongan backpackers.
Bukan tidak mungkin, diantara para perantau itu, mereka mampu melakukan sesuatu yang membuka mata dunia. Siapa sangka suatu waktu ada orang Bugis yang mampu menancapkan bendera Merah Putih di puncak Gunung Everest.
Ternyata Penemu Benua Amerika Adalah Pelaut
Bugis Makassar
Pertanyaan ini muncul dari salah seorang rekan Guru Sejarah
ketika kami semua kumpul saat jam istirahat tadi,… maka terjadilah diskusi
kecil-kecilan.. ada yang jawab Americo bla…bla…., ada yang jawan Christoper
Columbuz, ada juga yang menjawab Vasco da Gama. Jawaban yang sangat menarik
bagi saya untuk turut bergabung, meskipun jawaban yang saya siapkan belum tentu
kebenarannya. Saya kemudian mengemukakan pendapat yang agak berbeda,
sesuai dengan apa yang pernah saya baca dari situs http://www.angingmammiri.org
Orang yang paling sangat pertama menemukan Benua Amerika sesungguhnya adalah Orang Indonesia yang bersuku Bugis Makassar. Namanya Karaeng Pa’Runtu’ Dg Passap’pa’ beserta kawan-kawan kelompok pelaut bugis.
Ceritanya seperti ini,……, Pada zaman Dahulu kala, bahkan sampai sekarang. Orang Bugis Makassar dikenal sebagai pelaut ulung. dengan menggunakan perahu bertiang dua yang disebut Pinisi.
Orang yang paling sangat pertama menemukan Benua Amerika sesungguhnya adalah Orang Indonesia yang bersuku Bugis Makassar. Namanya Karaeng Pa’Runtu’ Dg Passap’pa’ beserta kawan-kawan kelompok pelaut bugis.
Ceritanya seperti ini,……, Pada zaman Dahulu kala, bahkan sampai sekarang. Orang Bugis Makassar dikenal sebagai pelaut ulung. dengan menggunakan perahu bertiang dua yang disebut Pinisi.
Karaeng Pa’Runtu’ Dg Passap’pa’ dan rombongan sementara berlayar, dalam perjalanan kapalnya terserang Badai yang sangat besar yang lebih dikenal dengan nama AQUA LAGUNA dan akibatnya Karaeng Pa’Runtu’ Dg Passap’pa’ beserta rombongan terdampar di sebuah pulau yang sangat asing dan tak berpenduduk. Rombongan lalu memasuki hutan meskipun mereka tahu kemungkinan besar akan menemukan banyak binatang super buas.
Setelah menyusuri hutan beberapa lama, mereka tidak berhasil menemukan manusia di semua bagian pulau, mereka akhirnya kembali ke pantai dan berusaha memperbaiki kapal dengan menggunakan peralatan yang ada dan bermaksud untuk melakukan pelayaran pulang ke Tanjung Bunga Makassar. Sialnya, layar telah berkembang tapi angin tak kunjung bertiup hingga asa tak sampai walaupun rindu akan kampoeng halaman telah menyergap seluruh rombongan , mereka kemudian memutuskan membaca mantra ajaib dari timur lalu beramai-ramai memanggil angin.
Am’mirik’ko…..…
Am’mirik’ko….....
Am’mirik’ko….....
(Bugis:Am’mirik’ko= Berhembuslah), semua crew berteriak…
Angin akhirnya berhembus dan mengembangkan layar perahu mereka yang membawaKaraeng Pa’Runtu’ Dg Passap’pa’ dan crew tiba kembali di kampung halaman.
Sesampainya di Tanjung bunga, Kapal berlabuh dan semua awak turun. Setelah semua awak turun, Karaeng Pa’Runtu’ Dg Passap’pa’ merasa ada yang kurang. Setelah berpikir agak lama, barulah dia menyadari bahwa salah satu awaknya tertinggal di pulau aneh itu. Awak yang tertinggal itu adalah SYAMSUDDIN
Sementara itu di sebuah tanjung, Syamsuddin terus menunggu dan berharap teman-temanya akan kembali dan menjemputnya. Tapi, yang datang adalah pelaut-pelaut portugis.
Orang Portugis bertanya dalam bahasa latin “Apa nama pulau ini?“, Syamsuddin bingung karena tidak mengerti bahasa latin. Dia mengira orang portugis itu menanyakan apa yang dia lakukan di pulau ini. Diapun menjawab dalam bahasa Internasional (Bugis Makassar) “aku ditinggalkan temanku, Apa kalian berpapasan dengan orang-orang yang berteriakAm’mirik’ko?".
Orang Portugis mengira Am’mirik’ko adalah nama pulau itu. Para pelaut Portugis itupun kembali ke kampung halamannya lalu melaporkan tentang sebuah pulau yang bernama Tanah Ameriko, yang selanjutnya disebut Amerika.
Selama ini Amerika telah menutup-nutupi bahwa Orang Bugis Makassar lah yang menemukan Benua Amerika. Mereka tidak ingin Dikatakan sebagi anak cucu Syamsuddin (baca:orang Indonesia). Bagaimanapun hal tersebut ditutup-tutupi, Amerika tetap berjuluk Negeri PamanSAM (-suddin).
Mereka juga tidak menyadari bahwa nama Amerika adalah padanan kata dari Am’mirik’ko. Dan, Tanjung Tempat Syamsuddin menunggu dan mengharapkan teman-teman yang tak akan pernah menjemputnya kemudian dikenal sebagai TANJUNG PENGHARAPAN.
Jan 15
Written by Administrator.
Hanya
saja, orang Bugis (Sulawesi) tidak mengklaim dan tidak menjadikan penduduk asli
Aborigin sebagai bawahannya. Berbeda dengan orang Inggris yang menguasai benua
Kanguru tersebut.
Dalam
sejarah Indonesia, orang Bugis terkenal dengan kapal Pinisi telah menjelajah
perairan di nusantara hingga ke Madagaskar di Afrika pada abad ke- 2, abad ke-4
dan abad ke-10. Sedangkan pada masa Sriwijaya, orang Bugis juga berlayar hingga
ke Australia dan Afrika lagi pada abad ke-17.
Orang
menyebut Bugis pada waktu itu sebenarnya meliputi sub suku Konjo, Mandar, Bugis
dan Makassar. Jenis kapal kayu pinisi telah mengambil peran penting dalam
sejarah pelayaran Indonesia selama berabad-abad.
Pada
awalnya, orang-orang Eropa tidak tertarik menjadikan Australia sebagai koloni
mereka. Namun, belakangan Inggris merasa terpukul karena koloninya yang paling
penting di benua Amerika memerdekakan diri pada tahun 1776 yaitu Amerika
Serikat.
Inggrisi
juga dipusingkan oleh sistem penjara mereka yang tak lagi mampu menampung para
narapidana. Maka Australia pun mulai dilirik sebagai tanah yang menjanjikan
bagi pembentukan koloni baru. Inggris kemudian memutuskan untuk mengirim para
narapidana yang sudah tak bisa ditampung penjara-penjara Inggris ke Australia
menjadi generasi awal yang membangun koloni di sana.
Dalam
tulisan Alwi Alatas, doktor bidang sejarah di Universiti Islam Antarabangsa
Malaysia yang dikutip hidayatullah, menjelaskan pembentukan koloni baru ini
bermula pada Januari 1788.
Sejak
tahun itu Inggris mengirim para narapidana ke Australia secara bertahap hingga
pertengahan abad 19 telah terkirim 150.000 orang. Dua puluh persen dari jumlah
ini merupakan kaum perempuan dan berprofesi sebagai pelacur.
Setelah
perekonomian koloni mulai berkembang, para imigran bukan narapidana dari
berbagai negara Eropa mulai berdatangan ke benua Australia. Walau begitu, para
narapidanalah yang telah memulai sejarah Australia modern.
Orang-orang
dan anak-anak keturunan narapidana dan pelacurlah yang menjadi generasi awal
pembentuk masyarakat dan negara Australia yang kini telah maju. Sejak itu
terbuka jalan bagi terbentuknya peradaban baru di dua benua yang sangat besar
yaitu Amerika dan Australia. (tb)
Tag :
bahasa indonesia,
Tugas 2 MENGIDENTIFIKASI KHUP DALAM TEKS ANEKDOT
By : Unknown
TUGAS 2
1.
Betulkah setiap cerita lucu dapat digolongkan ke dalam teks
anekdot?
2.
Apakah teks anekdot sama dengan teks lawak?
3.
Siapakah yang biasanya menjadi tokoh atau
partisipan dalam anekdot? Apakah tokoh atau partisipan yang dimaksud harus
selalu orang yang terkenal?
4.
Di media apa sajakah teks anekdot ditemukan ? Sebutkan jenis
medianya dan contoh anekdot yang dimaksud!
5.
Di Bidang apa sajakah kalian dapat menemukan teks
anekdot ?
Jawabannya :
1.
Bisa , selagi masih dalam
bentuk teks dan memiliki struktur seperti teks anekdot.
2.
Tergantung pada struktur teks
tersebut, jika Memiliki Abstraksi,
Orientasi,Krisis,Reaksi & Koda, maka teks lawak masih termasuk teks anekdot,
Jika tidak memiliki struktur maka teks lawak tersebut tidak termasuk teks anekdot.
Orientasi,Krisis,Reaksi & Koda, maka teks lawak masih termasuk teks anekdot,
Jika tidak memiliki struktur maka teks lawak tersebut tidak termasuk teks anekdot.
3.
Yang menjadi tokoh/partisipan
boleh siapa saja,,,dalam teks anekdot tidak selalu Orang terkenal yang menjadi
tokoh/partisipan,terkadang ada orang atau nama yg tidak terkenal / asal-asalan.
4.
Di televisi,koran,artikel dll
contohnya bisa dibuat jenis karikatur di televis
contohnya bisa dibuat jenis karikatur di televis
5.
Hukum, Sosial, Politik,
Budaya, Pendidikan, Lingkungan, Administrasi, dan Transportasi
Tag :
bahasa indonesia,
sejarah suku bugis
By : ahmad rifky ridhaKata
sejarah, moyang kita adalah pelaut ulung. Mereka merajai lautan. Mereka bukan
sekadar turun ke laut memancing ikan, lalu balik lagi ke darat. Bahkan beberapa
sejarawan menyusun hipotesa yang tak terduga terkait moyang kita yang
menyambangi samudera melintasi benua, dan berkeliling dunia.
Bajak Laut
Ada yang percaya bahwa hikayat bajak laut yang paling banyak ditakuti di seluruh samudera adalah orang-orang Bugis. Anda bisa membayangkan, seandainya Johnny Depp adalah orang Bugis, maka akan semakin yakinlah kita.
Tapi jika bajak laut masih dianggap kurang meyakinkan, cerita lain justru tidak kalah menggemparkan. Yang paling mengejutkan adalah benua Amerika dan Australia konon adalah temuan orang-orang Bugis.
Columbus atau Cheng Ho
Gambar: histramar
Hipotesis mengenai penemuan benua Amerika tentu saja banyak dibantah oleh kalangan akademik, yang terlanjur meyakini bahwa Columbus, sekitar abad XV, sebagai orang pertama yang menjejakkan kaki di negeri Paman Syam itu. Tapi siapa yang tahu kejadian sejarah yang sebenarnya, selain mereka para pelaku?
Apalagi, hipotesis berbeda justru pernah dikemukakan seorang ahli kapal selam dan sejarawan Gavin Menzies tentang penemu Amerika yang bukan Columbus. Menurut Gavin, penemu Benua Amerika adalah Laksamana Muslim asal Cina bernama Cheng Ho. Dalam tulisannya, Cheng Ho telah menginjakkan kaki di benua baru itu, 70 tahun sebelum pelayaran Columbus.
Hipotesa Bugis
Gambar: wallmay.net
Tapi kesimpulan Bugis sebagai penemu Amerika memiliki argumentasi tersendiri. Konon, saat berlabuh di benua tempat pembuangan tokoh-tokoh politik itu, para awak kapal Bugis itu sempat mengagumi daratan temuan mereka.
Singkat cerita, ketika mereka hendak melanjutkan perjalanan keliling dunia, mereka melakukan ritual untuk memanggil angin. Maklum, saat itu, kapal-kapal penjelajah samudera belum ada yang dibekali dengan mesin. Praktis, ketika mereka hendak berlayar, mereka membutuhkan angin untuk mendorong kapal mereka untuk terus bergerak.
Saat ritual pemanggilan angin dilakukan, para awak kapal Bugis itu serentak berteriak “Ammirikko Anging…!” ungkapan tersebut bermakna “berhembuslah, angin…!” Kata “Ammirikko” itulah yang dianggap sebagai cikal bakal penamaan benua tersebut menjadi Amerika.
Cerita penemuan benua Australia juga dikaitkan dengan orang Bugis. Bahkan, suku asli Australia, Aborigin disebut-sebut sebagai keturunan orang Bugis. Beberapa temuan kosakata dan ungkapan sehari-hari orang Aborigin mirip dengan bahasa Bugis.
Anda boleh percaya, tidak pun boleh. Yang pasti, banyak saudara-saudara kita yang saat ini berada di perantauan, di seluruh penjuru dunia. Ada yang berstatus sebagai TKI, Mahasiswa, Duta Besar, menjadi turis, atau ikut dalam rombongan backpackers.
Bukan tidak mungkin, diantara para perantau itu, mereka mampu melakukan sesuatu yang membuka mata dunia. Siapa sangka suatu waktu ada orang Bugis yang mampu menancapkan bendera Merah Putih di puncak Gunung Everest.
Siapa yang paling
pertama menemukan Benua Amerika?
Karaeng Pa’Runtu’ Dg Passap’pa’ dan rombongan sementara berlayar, dalam perjalanan kapalnya terserang Badai yang sangat besar yang lebih dikenal dengan nama AQUA LAGUNA dan akibatnya Karaeng Pa’Runtu’ Dg Passap’pa’ beserta rombongan terdampar di sebuah pulau yang sangat asing dan tak berpenduduk. Rombongan lalu memasuki hutan meskipun mereka tahu kemungkinan besar akan menemukan banyak binatang super buas.
Setelah menyusuri hutan beberapa lama, mereka tidak berhasil menemukan manusia di semua bagian pulau, mereka akhirnya kembali ke pantai dan berusaha memperbaiki kapal dengan menggunakan peralatan yang ada dan bermaksud untuk melakukan pelayaran pulang ke Tanjung Bunga Makassar. Sialnya, layar telah berkembang tapi angin tak kunjung bertiup hingga asa tak sampai walaupun rindu akan kampoeng halaman telah menyergap seluruh rombongan , mereka kemudian memutuskan membaca mantra ajaib dari timur lalu beramai-ramai memanggil angin.
Am’mirik’ko…..…
Am’mirik’ko….....
Am’mirik’ko….....
(Bugis:Am’mirik’ko= Berhembuslah), semua crew berteriak…
Angin akhirnya berhembus dan mengembangkan layar perahu mereka yang membawaKaraeng Pa’Runtu’ Dg Passap’pa’ dan crew tiba kembali di kampung halaman.
Sesampainya di Tanjung bunga, Kapal berlabuh dan semua awak turun. Setelah semua awak turun, Karaeng Pa’Runtu’ Dg Passap’pa’ merasa ada yang kurang. Setelah berpikir agak lama, barulah dia menyadari bahwa salah satu awaknya tertinggal di pulau aneh itu. Awak yang tertinggal itu adalah SYAMSUDDIN
Sementara itu di sebuah tanjung, Syamsuddin terus menunggu dan berharap teman-temanya akan kembali dan menjemputnya. Tapi, yang datang adalah pelaut-pelaut portugis.
Orang Portugis bertanya dalam bahasa latin “Apa nama pulau ini?“, Syamsuddin bingung karena tidak mengerti bahasa latin. Dia mengira orang portugis itu menanyakan apa yang dia lakukan di pulau ini. Diapun menjawab dalam bahasa Internasional (Bugis Makassar) “aku ditinggalkan temanku, Apa kalian berpapasan dengan orang-orang yang berteriakAm’mirik’ko?".
Orang Portugis mengira Am’mirik’ko adalah nama pulau itu. Para pelaut Portugis itupun kembali ke kampung halamannya lalu melaporkan tentang sebuah pulau yang bernama Tanah Ameriko, yang selanjutnya disebut Amerika.
Selama ini Amerika telah menutup-nutupi bahwa Orang Bugis Makassar lah yang menemukan Benua Amerika. Mereka tidak ingin Dikatakan sebagi anak cucu Syamsuddin (baca:orang Indonesia). Bagaimanapun hal tersebut ditutup-tutupi, Amerika tetap berjuluk Negeri PamanSAM (-suddin).
Mereka juga tidak menyadari bahwa nama Amerika adalah padanan kata dari Am’mirik’ko. Dan, Tanjung Tempat Syamsuddin menunggu dan mengharapkan teman-teman yang tak akan pernah menjemputnya kemudian dikenal sebagai TANJUNG PENGHARAPAN.
Orang mengenal Australia adalah
daerah koloni Inggris yang dirintis sejak tahun 1788 sebagai tempat pembuangan
para narapidana dan pelacur. Tapi berdasar penelitian berbagai literatur
menunjukkan bahwa orang orang Bugis telah berlayar ke Australia untuk mencari
tripang sebelum penjelajah Eropa mencapai benua itu.
Bajak Laut
Ada yang percaya bahwa hikayat bajak laut yang paling banyak ditakuti di seluruh samudera adalah orang-orang Bugis. Anda bisa membayangkan, seandainya Johnny Depp adalah orang Bugis, maka akan semakin yakinlah kita.
Tapi jika bajak laut masih dianggap kurang meyakinkan, cerita lain justru tidak kalah menggemparkan. Yang paling mengejutkan adalah benua Amerika dan Australia konon adalah temuan orang-orang Bugis.
Columbus atau Cheng Ho
Hipotesis mengenai penemuan benua Amerika tentu saja banyak dibantah oleh kalangan akademik, yang terlanjur meyakini bahwa Columbus, sekitar abad XV, sebagai orang pertama yang menjejakkan kaki di negeri Paman Syam itu. Tapi siapa yang tahu kejadian sejarah yang sebenarnya, selain mereka para pelaku?
Apalagi, hipotesis berbeda justru pernah dikemukakan seorang ahli kapal selam dan sejarawan Gavin Menzies tentang penemu Amerika yang bukan Columbus. Menurut Gavin, penemu Benua Amerika adalah Laksamana Muslim asal Cina bernama Cheng Ho. Dalam tulisannya, Cheng Ho telah menginjakkan kaki di benua baru itu, 70 tahun sebelum pelayaran Columbus.
Hipotesa Bugis
Tapi kesimpulan Bugis sebagai penemu Amerika memiliki argumentasi tersendiri. Konon, saat berlabuh di benua tempat pembuangan tokoh-tokoh politik itu, para awak kapal Bugis itu sempat mengagumi daratan temuan mereka.
Singkat cerita, ketika mereka hendak melanjutkan perjalanan keliling dunia, mereka melakukan ritual untuk memanggil angin. Maklum, saat itu, kapal-kapal penjelajah samudera belum ada yang dibekali dengan mesin. Praktis, ketika mereka hendak berlayar, mereka membutuhkan angin untuk mendorong kapal mereka untuk terus bergerak.
Saat ritual pemanggilan angin dilakukan, para awak kapal Bugis itu serentak berteriak “Ammirikko Anging…!” ungkapan tersebut bermakna “berhembuslah, angin…!” Kata “Ammirikko” itulah yang dianggap sebagai cikal bakal penamaan benua tersebut menjadi Amerika.
Cerita penemuan benua Australia juga dikaitkan dengan orang Bugis. Bahkan, suku asli Australia, Aborigin disebut-sebut sebagai keturunan orang Bugis. Beberapa temuan kosakata dan ungkapan sehari-hari orang Aborigin mirip dengan bahasa Bugis.
Anda boleh percaya, tidak pun boleh. Yang pasti, banyak saudara-saudara kita yang saat ini berada di perantauan, di seluruh penjuru dunia. Ada yang berstatus sebagai TKI, Mahasiswa, Duta Besar, menjadi turis, atau ikut dalam rombongan backpackers.
Bukan tidak mungkin, diantara para perantau itu, mereka mampu melakukan sesuatu yang membuka mata dunia. Siapa sangka suatu waktu ada orang Bugis yang mampu menancapkan bendera Merah Putih di puncak Gunung Everest.
Ternyata Penemu Benua Amerika Adalah Pelaut
Bugis Makassar
Pertanyaan ini muncul dari salah seorang rekan Guru Sejarah
ketika kami semua kumpul saat jam istirahat tadi,… maka terjadilah diskusi
kecil-kecilan.. ada yang jawab Americo bla…bla…., ada yang jawan Christoper
Columbuz, ada juga yang menjawab Vasco da Gama. Jawaban yang sangat menarik
bagi saya untuk turut bergabung, meskipun jawaban yang saya siapkan belum tentu
kebenarannya. Saya kemudian mengemukakan pendapat yang agak berbeda,
sesuai dengan apa yang pernah saya baca dari situs http://www.angingmammiri.org
Orang yang paling sangat pertama menemukan Benua Amerika sesungguhnya adalah Orang Indonesia yang bersuku Bugis Makassar. Namanya Karaeng Pa’Runtu’ Dg Passap’pa’ beserta kawan-kawan kelompok pelaut bugis.
Ceritanya seperti ini,……, Pada zaman Dahulu kala, bahkan sampai sekarang. Orang Bugis Makassar dikenal sebagai pelaut ulung. dengan menggunakan perahu bertiang dua yang disebut Pinisi.
Orang yang paling sangat pertama menemukan Benua Amerika sesungguhnya adalah Orang Indonesia yang bersuku Bugis Makassar. Namanya Karaeng Pa’Runtu’ Dg Passap’pa’ beserta kawan-kawan kelompok pelaut bugis.
Ceritanya seperti ini,……, Pada zaman Dahulu kala, bahkan sampai sekarang. Orang Bugis Makassar dikenal sebagai pelaut ulung. dengan menggunakan perahu bertiang dua yang disebut Pinisi.
Karaeng Pa’Runtu’ Dg Passap’pa’ dan rombongan sementara berlayar, dalam perjalanan kapalnya terserang Badai yang sangat besar yang lebih dikenal dengan nama AQUA LAGUNA dan akibatnya Karaeng Pa’Runtu’ Dg Passap’pa’ beserta rombongan terdampar di sebuah pulau yang sangat asing dan tak berpenduduk. Rombongan lalu memasuki hutan meskipun mereka tahu kemungkinan besar akan menemukan banyak binatang super buas.
Setelah menyusuri hutan beberapa lama, mereka tidak berhasil menemukan manusia di semua bagian pulau, mereka akhirnya kembali ke pantai dan berusaha memperbaiki kapal dengan menggunakan peralatan yang ada dan bermaksud untuk melakukan pelayaran pulang ke Tanjung Bunga Makassar. Sialnya, layar telah berkembang tapi angin tak kunjung bertiup hingga asa tak sampai walaupun rindu akan kampoeng halaman telah menyergap seluruh rombongan , mereka kemudian memutuskan membaca mantra ajaib dari timur lalu beramai-ramai memanggil angin.
Am’mirik’ko…..…
Am’mirik’ko….....
Am’mirik’ko….....
(Bugis:Am’mirik’ko= Berhembuslah), semua crew berteriak…
Angin akhirnya berhembus dan mengembangkan layar perahu mereka yang membawaKaraeng Pa’Runtu’ Dg Passap’pa’ dan crew tiba kembali di kampung halaman.
Sesampainya di Tanjung bunga, Kapal berlabuh dan semua awak turun. Setelah semua awak turun, Karaeng Pa’Runtu’ Dg Passap’pa’ merasa ada yang kurang. Setelah berpikir agak lama, barulah dia menyadari bahwa salah satu awaknya tertinggal di pulau aneh itu. Awak yang tertinggal itu adalah SYAMSUDDIN
Sementara itu di sebuah tanjung, Syamsuddin terus menunggu dan berharap teman-temanya akan kembali dan menjemputnya. Tapi, yang datang adalah pelaut-pelaut portugis.
Orang Portugis bertanya dalam bahasa latin “Apa nama pulau ini?“, Syamsuddin bingung karena tidak mengerti bahasa latin. Dia mengira orang portugis itu menanyakan apa yang dia lakukan di pulau ini. Diapun menjawab dalam bahasa Internasional (Bugis Makassar) “aku ditinggalkan temanku, Apa kalian berpapasan dengan orang-orang yang berteriakAm’mirik’ko?".
Orang Portugis mengira Am’mirik’ko adalah nama pulau itu. Para pelaut Portugis itupun kembali ke kampung halamannya lalu melaporkan tentang sebuah pulau yang bernama Tanah Ameriko, yang selanjutnya disebut Amerika.
Selama ini Amerika telah menutup-nutupi bahwa Orang Bugis Makassar lah yang menemukan Benua Amerika. Mereka tidak ingin Dikatakan sebagi anak cucu Syamsuddin (baca:orang Indonesia). Bagaimanapun hal tersebut ditutup-tutupi, Amerika tetap berjuluk Negeri PamanSAM (-suddin).
Mereka juga tidak menyadari bahwa nama Amerika adalah padanan kata dari Am’mirik’ko. Dan, Tanjung Tempat Syamsuddin menunggu dan mengharapkan teman-teman yang tak akan pernah menjemputnya kemudian dikenal sebagai TANJUNG PENGHARAPAN.
Jan 15
Written by Administrator.
Hanya
saja, orang Bugis (Sulawesi) tidak mengklaim dan tidak menjadikan penduduk asli
Aborigin sebagai bawahannya. Berbeda dengan orang Inggris yang menguasai benua
Kanguru tersebut.
Dalam
sejarah Indonesia, orang Bugis terkenal dengan kapal Pinisi telah menjelajah
perairan di nusantara hingga ke Madagaskar di Afrika pada abad ke- 2, abad ke-4
dan abad ke-10. Sedangkan pada masa Sriwijaya, orang Bugis juga berlayar hingga
ke Australia dan Afrika lagi pada abad ke-17.
Orang
menyebut Bugis pada waktu itu sebenarnya meliputi sub suku Konjo, Mandar, Bugis
dan Makassar. Jenis kapal kayu pinisi telah mengambil peran penting dalam
sejarah pelayaran Indonesia selama berabad-abad.
Pada
awalnya, orang-orang Eropa tidak tertarik menjadikan Australia sebagai koloni
mereka. Namun, belakangan Inggris merasa terpukul karena koloninya yang paling
penting di benua Amerika memerdekakan diri pada tahun 1776 yaitu Amerika
Serikat.
Inggrisi
juga dipusingkan oleh sistem penjara mereka yang tak lagi mampu menampung para
narapidana. Maka Australia pun mulai dilirik sebagai tanah yang menjanjikan
bagi pembentukan koloni baru. Inggris kemudian memutuskan untuk mengirim para
narapidana yang sudah tak bisa ditampung penjara-penjara Inggris ke Australia
menjadi generasi awal yang membangun koloni di sana.
Dalam
tulisan Alwi Alatas, doktor bidang sejarah di Universiti Islam Antarabangsa
Malaysia yang dikutip hidayatullah, menjelaskan pembentukan koloni baru ini
bermula pada Januari 1788.
Sejak
tahun itu Inggris mengirim para narapidana ke Australia secara bertahap hingga
pertengahan abad 19 telah terkirim 150.000 orang. Dua puluh persen dari jumlah
ini merupakan kaum perempuan dan berprofesi sebagai pelacur.
Setelah
perekonomian koloni mulai berkembang, para imigran bukan narapidana dari
berbagai negara Eropa mulai berdatangan ke benua Australia. Walau begitu, para
narapidanalah yang telah memulai sejarah Australia modern.
Orang-orang
dan anak-anak keturunan narapidana dan pelacurlah yang menjadi generasi awal
pembentuk masyarakat dan negara Australia yang kini telah maju. Sejak itu
terbuka jalan bagi terbentuknya peradaban baru di dua benua yang sangat besar
yaitu Amerika dan Australia. (tb)
Tag :
bahasa indonesia,
JUMLAH AYAT ALQURAN
By : ahmad rifky ridha
NO. SURAH
|
NAMA SURAH
|
JUMLAH AYAT
|
1
|
7
|
|
2
|
286
|
|
3
|
200
|
|
4
|
176
|
|
5
|
120
|
|
6
|
165
|
|
7
|
206
|
|
8
|
75
|
|
9
|
129
|
|
10
|
109
|
|
11
|
123
|
|
12
|
111
|
|
13
|
43
|
|
14
|
52
|
|
15
|
99
|
|
16
|
128
|
|
17
|
111
|
|
18
|
110
|
|
19
|
98
|
|
20
|
135
|
|
21
|
112
|
|
22
|
78
|
|
23
|
118
|
|
24
|
64
|
|
25
|
77
|
|
26
|
227
|
|
27
|
93
|
|
28
|
88
|
|
29
|
69
|
|
30
|
60
|
|
31
|
34
|
|
32
|
30
|
|
33
|
73
|
|
34
|
54
|
|
35
|
45
|
|
36
|
83
|
|
37
|
182
|
|
38
|
88
|
|
39
|
75
|
|
40
|
85
|
|
41
|
54
|
|
42
|
53
|
|
43
|
89
|
|
44
|
59
|
|
45
|
37
|
|
46
|
35
|
|
47
|
38
|
|
48
|
29
|
|
49
|
18
|
|
50
|
45
|
|
51
|
60
|
|
52
|
49
|
|
53
|
62
|
|
54
|
55
|
|
55
|
78
|
|
56
|
96
|
|
57
|
29
|
|
58
|
22
|
|
59
|
24
|
|
60
|
13
|
|
61
|
14
|
|
62
|
11
|
|
63
|
11
|
|
64
|
18
|
|
65
|
12
|
|
66
|
12
|
|
67
|
30
|
|
68
|
52
|
|
69
|
52
|
|
70
|
44
|
|
71
|
28
|
|
72
|
28
|
|
73
|
20
|
|
74
|
56
|
|
75
|
40
|
|
76
|
31
|
|
77
|
50
|
|
78
|
40
|
|
79
|
46
|
|
80
|
42
|
|
81
|
29
|
|
82
|
19
|
|
83
|
36
|
|
84
|
25
|
|
85
|
22
|
|
86
|
17
|
|
87
|
19
|
|
88
|
26
|
|
89
|
30
|
|
90
|
20
|
|
91
|
15
|
|
92
|
21
|
|
93
|
11
|
|
94
|
8
|
|
95
|
8
|
|
96
|
19
|
|
97
|
5
|
|
98
|
8
|
|
99
|
8
|
|
100
|
11
|
|
101
|
11
|
|
102
|
8
|
|
103
|
3
|
|
104
|
9
|
|
105
|
5
|
|
106
|
4
|
|
107
|
7
|
|
108
|
3
|
|
109
|
6
|
|
110
|
3
|
|
111
|
5
|
|
112
|
4
|
|
113
|
5
|
|
114
|
6
|
|
T O T AL
|
6236
|
|
Tag :
PENDIDIKAN AGAMA ISLAM,