Archive for February 2016
JAWABAN KEGIATAN 2 KERJASAMA MEMBANGUN TEKS ANEKDOT
By : Unknown
TUGAS INDIVIDU
KEGIATAN 2
( Kerja Sama Membangun Teks Anekdot )

Disusun Oleh :

NAMA : VINA RAHMANIAR
NIPD : 15460
KELAS : X.MIPA 2
NO. ABS : 32
T.P 2015/2016
Bulukumba, 6 Februari 2016
Mengetahui,
Guru Bidang Studi : Ketua,
Drs. H. JAMALUDDIN, M.Pd Vina Rahmaniar
NIP
: 19641231 198903 1 195 NIS
: 15460
KATA PENGANTAR
Dengan menyebut nama Allah SWT yang
Maha Pengasih lagi Maha Panyayang, Kami panjatkan puja dan puji syukur atas
kehadirat-Nya, yang telah melimpahkan rahmat, hidayah, dan inayah-Nya kepada
kami, sehingga saya dapat menyelesaikan Tugas ini
Tugas ini telah saya susun dengan maksimal dan mudah-mudahan hasilnya juga nantinya akan memuaskan semua belah pihak. Untuk itusayai menyampaikan banyak terima kasih
Terlepas dari semua itu, Saya menyadari sepenuhnya bahwa masih ada kekurangan baik dari segi susunan kalimat maupun tata bahasanya. Oleh karena itu dengan tangan terbuka saya menerima segala saran dan
kritik dari semuanya agar saya dapat
memperbaiki tugas ini.
Akhir kata saya berharap semoga dengan ini dapat memberikan manfaat kepada kita
semua .
Bulukumba, 6 February 2016
Vina Rahmaniar
DAFTAR ISI
SAMPUL……………………………………………………………………………………………..
1
TTD………………………………………………………………….......…………………….……...
2
KATA
PENGANTAR…………………………………………………………………………..... 3
DAFTAR
ISI............................................................................................................................
4
PEMBAHASAN
:
·
TUGAS 1 ( menulis ulang Teks Anekdot ).................................................. 5
·
TUGAS 2 ( mengidentifikasi
pelaku dalam teks anekdot.................... 6
·
TUGAS 3 ( membaca teks anekdot dalam puisi )………………………… 7
·
TUGAS 4 ( membuat drama berstruktur teks Anekdot )…………….. 8
·
TUGAS 5 ( Melabeli struktur teks anekdot )………………………………. 9
PENUTUP
:
·
KESIMPULAN/SARAN........................................................................................10
·
DAFTAR
PUSTAKA.............................................................................................
11
PELAJARAN IV (Kegiatan 2 Kerja Sama Membangun Teks
Anekdot)
Kegiatan 2 Kerja Sama Membangun
Teks Anekdot
Pada
kegiatan ini teks anekdot yang akan kalian cermati berkenaan dengan masalah
sosial-politik dan lingkungan. Ada tiga teks yang akan kalian kerjakan. Teks
yang pertama terkait dengan kegiatan sosial-politik, sedangkan teks yang kedua
dan ketiga terkait dengan persoalan ketertiban membuang sampah. Untuk itu,
kerjakanlah Tugas 1 sampai dengan 4 sesuai dengan petunjuk yang diberikan!
Tugas
1 Menulis Ulang Teks Anekdot
Kerjakan
tugas-tugas berikut ini sesuai dengan petunjuk yang diberikan pada setiap
nomor!
(1)
Bacalah teks anekdot yang berjudul
“Politisi Blusukan Banjir” berikut ini. Sambil membaca,
identifikasilah partisipan yang terlibat di dalamnya.
Apa hubungan yang ada di antara para partisipan?
Politisi Blusukan Banjir
1. Pada
malam Jumat, paling banyak ditemukan politisi melakukan blusukan, termasuk
Darman (maaf bukan nama
sebenarnya dan bukan sebenarnya nama).
Darman mendatangi kampung yang diterjang banjir paling parah.
Kebetulan di sana banyak wartawan meliput
sehingga dia makin semangat menyerahkan bingkisan.
2. Darman
juga tidak mau menyia-nyiakan sorotan kamera wartawan. Dia mencari strategi
agar tetap menjadi
perhatian media. Darman berusaha masuk ke
tempat banjir dan menceburkan diri ke air. Sial baginya, dia
terperosok ke selokan dan terseret
derasnya air. Darman berusaha sekuat tenaga melawan arus, tetapi tak
berdaya, dia hanyut.
3. Untung
regu penolong sangat sigap. Meskipun terseret cukup jauh, Darman masih bisa
diselamatkan. Dia dibawa
ke posko kesehatan dan dibaringkan di
bangsal. Waktu itu semua bangsal penuh oleh orang pingsan. Darman
kaget melihat orang yang ada di situ.
Semuanya dia kenal, para politisi sedang blusukan. Lebih kaget lagi ketika dia
melihat doa tertulis di dinding: “Ya
Allah, hanyutkanlah mereka yang tak ikhlas”. Darman pingsan!
(2) Apakah yang dilakukan oleh Darman dan para politisi
yang lain terkait dengan banjir di ibu kota? Apakah hubungan antara hal
yang mereka lakukan dan hal yang dilakukan oleh Jokowi (Gubernur DKI Jakarta)
atau SBY (presiden)?
(3) Tunjukkan tahap krisis pada teks anekdot tersebut.
Kalian boleh mengacu pada tidak hanya satu paragraf.
Teks yang pertama terkait dengan kegiatan
sosial-politik, sedangkan teks yang kedua dan ketiga terkait
dengan persoalan ketertiban
membuang sampah.
(4) Perhatikan kalimat terakhir Darman pingsan! Mengapa
Darman pingsan?
Betulkah itu merupakan peristiwa pingsan yang dialami
Darman untuk kedua kalinya?
(5) Melalui anekdot tadi, dapatkah kalian menjelaskan
kualitas layanan publik di bidang sosial-politik?
(6) Menurut kalian, bakti sosial seperti apa yang
seharusnya dilakukan oleh para politisi?
(7)
Kalimat-kalimat berikut ini menggambarkan cerita yang sama dengan anekdot di
atas. Akan tetapi, kalimat-kalimat itu belum ditata secara urut. Tatalah
kalimat-kalimat tersebut secara urut agar membentuk cerita yang bagus. Kalian
cukup
membubuhkan nomor pada setiap kalimat. Nomor (1) telah dikerjakan untuk
kalian sebagai contoh.
|
|
... 8
|
Darman pingsan setelah melihat ada tulisan “Ya
Allah, hanyutkanlah mereka yang tak ikhlas” yang menempel di
dinding.
|
...3..
|
Tidak ketinggalan, Darman juga meninjau salah
satu daerah yang menjadi korban banjir.
|
...5.
|
Akan tetapi, Darman sial. Ia terperosok ke
selokan dan terseret oleh banjir.
|
.2 ...
|
Mereka membawa sembako untuk dibagi-bagikan
kepada korban banjir.
|
...1...
|
Pada malam Jumat, sejumlah politisi melakukan
“blusukan” ke daerah-daerah banjir.
|
.6 ...
|
Darman ditolong oleh regu penyelamat.
|
..4...
|
Ia menebar senyum dan menjadi pusat perhatian
warga.
|
..7...
|
Lalu, ia dibawa ke tempat yang aman.
|
(8)
Tulis ulanglah anekdot “Politisi Blusukan Banjir” tersebut dengan menyisipkan
beberapa dialog. Caranya, mula-
mula buatlah uraian pada tahap
abstraksi dan orientasi, lalu buatlah dialog untuk menggambarkan keadaan pada
tahap krisis dan reaksi, kemudian yang
terakhir buatlah uraian lagi untuk menutup anekdot pada tahap koda!
(9)
Bandingkanlah hasil pekerjaan kalian dengan milik teman kalian. Mintalah
pendapat teman kalian terhadap
pekerjaan kalian dan sebaliknya berikan
pula pendapat kalian terhadap hasil kerja teman kalian. Dengan cara
demikian, kalian dapat saling
memperbaiki hasil pekerjaan kalian.
(10)
Setelah tugas pada nomor (9) itu selesai, berkelompoklah tiga orang.
Kalian diminta untuk memperagakan teks
yang telah kalian buat itu. Siswa
pertama bertindak sebagai pembaca uraian serta siswa kedua dan ketiga
memperagakan dialog. Kerjakan
berulang-ulang dengan berganti-ganti peran.
JAWABAN
:
1. Darman
dan Politikus
2.
Darman sang politisi melakukan Blusukan pada daerah Banjir
3.
Sial baginya, dia
terperosok ke selokan dan terseret derasnya air. Darman berusaha sekuat
tenaga melawan arus, tetapi tak berdaya, dia hanyut.
4.
Merupakan pingasan kedua kalinya karna yang pertama sewaktu ia
tercebur
5.
Yaitu menolong Darman yang tercebur kesungai dan membawanya ke
posko Kesehatan
6.
Memberikan dana ataupun bantuan sembako
7. Ada
diatas
Tugas 2 Mengidentifikasi Pelaku
dalam Teks Anekdot
Kerjakan
tugas-tugas berikut ini sesuai dengan petunjuk yang diberikan pada setiap
nomor!
(1)
Bacalah teks anekdot yang berjudul “Puntung Rokok” berikut ini. Sambil membaca,
identifikasilah siapa Azam itu
dan apa yang dilakukannya di Singapura.
PUNTUNG ROKOK

Gambar 4.3 Asap dari puntung rokok
Sumber: bharatanews.com
1. Singapura termasuk salah
satu negara yang bersih. Siapa pun yang membuang sampah sembarangan bisa
didenda meskipun hanya membuang puntung
rokok. Suatu ketika si Azam sedang berlibur, tetapi tampaknya ia tak tahu akan
adanya peraturan itu. Ia merokok sendirian sambil duduk di bangku. Karena
rokoknya sudah hampir habis, ia membuang puntung rokoknya begitu saja dan jatuh
persis di sisi kaki kanannya.
2. Tanpa disangka-sangka, tiba-tiba
datang petugas dan menegur Azam dengan suara tegas.
“Tahukah Anda bahwa Anda
telah melakukan pelanggaran?”
“Tidak tahu. Apa gerangan
yang telah saya perbuat?” Jawab Azam.
“Anda telah membuang
sampah sembarangan, yaitu puntung rokok”, tegas petugas itu.
Dengan sigap Azam
menjawab, “Oh…, maaf terjatuh.”
Lalu, diambilnya
puntung rokok itu serta langsung diisapnya lagi.
3. Petugas itu hanya terbelalak
keheranan. Kemudian, ia pergi meninggalkan Azam.
(2)
Apakah teks anekdot di atas menyindir orang yang tidak tertib dalam membuang
sampah?
(3)
Betulkah Azam mengelabui petugas? Tahukah petugas akan hal itu? Jelaskan!
(4)
Reaksi apa yang ditunjukkan oleh petugas?
(5)
Seandainya kalian menjadi petugas seperti itu, apa yang akan kalian lakukan
terhadap perbuatan Azam tersebut?
(6)
Seandainya kalian menjadi Azam, apakah yang akan kalian lakukan pada saat petugas
menegur kalian?
(7)
Kalimat-kalimat yang menggambarkan cerita puntung rokok berikut ini tersusun
secara acak. Urutkanlah
kalimat-kalimat tersebut untuk
membentuk cerita. Kalian tinggal membubuhkan nomor pada setiap kalimat.
Nomor (1) telah dikerjakan untuk
kalian sebagai contoh.
|
|
2
|
Dengan santai Azam merokok dan membuang puntung
rokoknya begitu saja di sampingnya.
|
... ...
…6 6.
|
Dengan spontan Azam mengambil puntung rokoknya
kembali, lalu diisap lagi sambil mengucapkan kata
“maaf” bahwa rokoknya terjatuh.
|
4
|
Orang tidak boleh membuang sampah sembarangan.
|
5
|
Perbuatan Azam diketahui oleh petugas, lalu ia
ditegur dengan suara keras.
|
1.
|
Azam pergi ke Singapura untuk berlibur.
|
7.
|
Petugas terbelalak, tetapi tidak dapat berbuat apa-apa.
Lalu, ia pergi meninggalkan Azam.
|
3
|
Di negara itu diberlakukan peraturan kebersihan
secara ketat.
|
(8)
Tulis ulanglah anekdot “Puntung Rokok” tersebut dalam bentuk uraian monolog.
Caranya, ubahlah semua
kalimat tidak langsung pada dialog
menjadi kalimat-kalimat langsung. Dalam menulis ulang, gunakanlah kalimat
kalimat sendiri tanpa mengutip satu
kalimat pun dari teks. Pikirkan, pada teks anekdot yang kalian buat itu,
semua tahap yang ada tidak terlewatkan.
(9)
Bandingkan teks yang kalian buat pada nomor (8) itu dengan milik teman-teman kalian.
Setelah itu, perbaikilah
pekerjaan kalian agar menjadi sempurna
dalam hal struktur teks dan ragam bahasa yang disyaratkan.
(10)
Bacalah dengan suara keras cerita yang kalian hasilkan pada nomor (9) itu di
hadapan teman-teman kalian.
Mintalah saran kepada teman-teman
kalian tentang cara kalian membaca cerita itu dalam hal pengucapan kata
dan intonasi. Setelah itu, mintalah
teman kalian untuk membacakan ceritanya dan dengarkanlah cerita tersebut
dengan saksama. Kemudian, berikan saran
kepada teman kalian itu tentang hal yang sama.
JAWABAN
:
1. Azam,
seseorang pengonsumsi rokok dan melakukan suatu pelanggaran ketika di Singapura
yaitu membuang sampah sembarangan.
2.
Ya menyindir karna satpam tersebut menegurnya
3.
Iya azam mengelabui karna pada dasarnya ia membuang rokok
tersebut tapi sewaktu dipergoki oleh satpam ia langsung berpura-pura bahwa
rokoknya terjatuh.
4.
Kaget
5.
Memberikan sanksi
6.
Pasrah akan kesalahan
7.
Ada diatas jawabannya
8. Singapura
termasuk salah satu negara yang bersih. Siapa pun yang membuang sampah
sembarangan bisa didenda meskipun hanya
membuang puntung rokok. Suatu ketika si Azam sedang berlibur, tetapi tampaknya
ia tak tahu akan adanya peraturan itu. Ia merokok sendirian sambil duduk di
bangku. Karena rokoknya sudah hampir habis, ia membuang puntung rokoknya begitu
saja dan jatuh persis di sisi kaki kanannya. Tanpa disangka-sangka, tiba-tiba
datang petugas dan menegur Azam dengan suara tegas. Bahwa dilarang membuang
sampah sembarangan apalagi Rokok. Tetapi azam langsung mengambil rokonya dengan
alas an terjatuh. Petugas itu hanya terbelalak keheranan. Kemudian, ia pergi
meninggalkan Azam.
Tugas 3 Membaca Teks Anekdot
dalam Puisi
Kerjakanlah
tugas-tugas berikut ini sesuai dengan petunjuk!
(1)
Teks anekdot “Itu Sampah atau Apa?” berikut ini berbentuk puisi. Sambil membaca
puisi tersebut, identifikasilah
struktur teksnya. Apabila diperlukan,
kalian dapat membaca puisi itu berkali-kali.

Gambar 4.4 Tong sampah
Sumber: Dokumentasi Kemdikbud
Itu Sampah atau Apa?
(Karya : Aditya Yuda
Kencana Siswa, tinggal di Indramayu, Jawa Barat)
1 Beri tahu aku jika kau
lihat Itu sampah atau apa?
Di jalanan ada
sampah
Di selokan penuh
sampah
Di laci meja ada
sampah
Di bus, truk, dan
angkot ada sampah
2 Negeri kita ini apakah negeri
sampah?
Lautan sampah?
Gunung sampah?
Atau tong sampah?
3 Di kursi restoran ada sampah
Di hotel
berbintang ada sampah
Bahkan di
meja direkturnya pun ada sampah
Di tempat
penyebrangan ada sampah
Di bawah pos
satpam ada sampah
Itu sampah
atau apa?
4 Di ruang sidang ada sampah
Di ruang tunggu
rumah sakit ada sampah
Di atas pot bunga
sekolahan ada sampah
Sampah merajalela
5 Di istana presiden apakah ada
sampah?
Siang itu aku
mencoba masuk
Dan aku telusuri
setiap sudutnya
Ternyata!
6 Sampah ada di bawah tiang
bendera merah putih dan
Di balik gerbang
masuk MPR ada sampah
Aku bingung,
apakah di kursi-kursi parlemen ada sampah pula?
Coba lihat!
7 Apa? Kau tak berani?
Sungguh! Sampah
sudah menjadi bunga-bunga nusantara
Di mana-mana ada
sampah
Apakah di mulut
manusia ada sampah?
Periksa sekarang!
8 Cepat!
Jika tak ada,
syukurlah!
Manusia sombong!
Membuang sampah seenaknya!
Jangan biarkan
negeri kita sebagai tong sampah terbesar!
Ingat itu!
(2)
Setelah kalian identifikasi struktur teksnya, dapatkah kalian menggolong-kan
puisi tersebut ke dalam anekdot?
(3)
Si Aku dalam puisi tersebut mengajak berdialog orang lain. Apakah si Aku itu penulis
puisi itu sendiri atau ia
bertindak sebagai orang lain? Siapa
pula sesungguhnya yang diajak berdialog itu?
(4)
Apakah si Aku merasa prihatin dengan kebiasaan orang membuang sampah
sembarangan? Apakah ia merasa
tidak nyaman dengan lingkungan yang
penuh sampah?
(5)
Di mana-mana ada sampah, yang bukan tempat sampah. Di mana sajakah tempat-tempat
yang disebutkan dalam
puisi itu ditemui sampah?
(6)
Apakah kalian sebagai pembaca puisi itu merasa tersindir? Jika ya,
mengapa? Jika tidak, mengapa?
(7)
Apakah semua kata sampah dimaksudkan sebagai sampah yang
sesungguhnya? Jelaskan dengan mengacu pada
Apakah di mulut manusia ada sampah?
(bait 5)
(8) Pada
puisi tersebut terdapat pengandaian yang disampaikan dengan metafora, yaitu
antara lain “Negeri
kita ini negeri sampah”. Temukan
metafora lain yang sejenis dengan itu. Metafora itu adalah:
(a) Lautan Sampah
(b) Gunung Sampah
(c) Sampah menjadi bunga
Nusantara
(d) Mulut manusia ada sampah
JAWABAN :
1. Iya karna
memiliki Abstraksi, Orientasi, krisis, Reaksi dan Koda
2. Iya karna
seolah-olah dirinya lah yang merasakan itu dan yang diajak adalah orang lain
3. Iya karna dapat
mencemari lingkungan dan tak enak untuk dipandang
4. Iya
5. Dijalanan,
dilaci meja, di bus, di tong sampah, di istana presiden, di kursi restoran
dll
6. Tersindir karna
saya sendiri pernah melihat peristiwa tersebut
7. Iya kecuali pada
mulut manusia itu di peruntukkan hanya orang yang tidak tau norma aturan
8. Ada diatas
|
Tugas 4 Membuat Drama
Berstruktur Teks Anekdot
Kerjakanlah
tugas-tugas berikut ini sesuai dengan petunjuk pada setiap nomor!
(1)
Bacalah puisi “Itu Sampah atau Apa?” dengan keras di hadapan teman-teman kalian.
Setelah selesai, mintalah
teman-teman kalian untuk menjawab
setiap pertanyaan yang diajukan dalam puisi itu. Mintalah jawaban itu
ditulis. Kemudian, bacalah puisi itu
sekali lagi dengan suara keras. Mintalah teman-teman kalian membaca
jawaban itu secara urut seketika begitu
kalian selesai membaca setiap pertanyaan!
(2)
Buatlah naskah drama singkat (untuk 10 menit) yang berisi kritik sosial mengenai
“negeri sampah”. Naskah/
drama dibuat dalam kelompok tiga atau
empat orang dengan struktur teks anekdot abstraksi^orientasi^
krisis^reaksi^koda. Semua kelompok
harus menampilkan drama secara bergiliran melalui pengundian urutan
penampilan.
Tugas 5 Melabeli Struktur Teks
Anekdot
Ikuti
perintah yang diberikan pada setiap nomor!
(1) Teks
berikut ini adalah teks anekdot. Teks tersebut sudah dikelompok-kelompokkan
menurut
struktur
teksnya.
Berilah nama
untuk tiap-tiap tahap struktur teks itu dengan mengisi titik-titik yang
ada
|
||
……
|
Saya
tinggal di rumah susun. Saya mempunyai pengalaman yang memalukan tadi pagi.
|
|
.......
|
Tetangga
saya, sepasang suami istri yang tinggal di lantai bawah, tadi malam
menyelenggarakan pesta bersama
teman-teman
mereka. Mereka sangat gaduh, tetapi tidaklah mengapa. Istri saya terbangun
berkali-kali.
|
|
…...
|
Lalu,
tadi pagi terdapat sebuah mobil diparkir di depan jalan ke luar kami. Saya
mengira bahwa mobil itu milik
seseorang
yang ikut pesta tadi malam. Saya mengetuk pintu tetangga saya itu. Saya ketuk
pintunya berkali-kali,
tetapi
tak seorang pun keluar. Saya kira mereka masih tertidur karena mereka berpesta-pora
sampai larut
malam
sehingga saya ketuk-ketuk terus dengan keras: pintu, jendela, dan apa pun
yang dapat saya ketuk dalam
jangkauan.
Akhirnya, seorang laki-laki terbangun dan melongok ke luar jendela. Saya
menjelaskan persoalan
yang
terjadi. Ternyata, pesta tadi malam itu bukan pestanya. Rumah susun ini terbagi
menjadi dua sisi dan itu
adalah
pesta orang yang tinggal di sisi sebelah belakang
|
|
…..
|
Lelaki
itu terlihat tidak suka karena ia juga tidak dapat tidur semalam akibat terganggu
oleh pesta tetangga di
sisi sebelah rumah susunnya.
|
|
….
|
Saya
masih belum tahu mobil siapa yang menghalangi jalan ke luar kami itu
|
|
(2)
Teks tersebut belum berjudul. Judul apakah yang menurut kalian tepat!
(3)
Teks tersebut berisi pengalaman penulisnya sendiri. Mengapa ia merasa malu?
Seandainya penulis teks itu kalian,
apakah kalian akan meminta maaf kepada tetangga kalian yang ternyata tidak
bersalah itu?
(4)
Pada teks tersebut pemilik mobil tidak diketahui. Apakah pemilik mobil itu
tidak mempunyai tenggang rasa?
Jelaskan secara memadai!
(5)
Buatlah teks anekdot berdasarkan teks anekdot tersebut dengan cara mengganti pelaku-pelakunya,
tempat
kejadiannya, persoalan yang dihadapi
oleh para pelaku itu. Misalnya, pelakunya adalah orang-orang yang kalian
kenal, tempat kejadiannya adalah
lingkungan yang kalian ketahui, dan persoalannya adalah persoalan sehari
hari yang biasa kita hadapi semua.
JAWABAN :
1. Keributan di
Rumah Susun
2. Karna ia
menyalahkan orang yang tidak bersalah.iya kami meminta maaf
3. Iya karna
dia hanya memarkir sembarangan dan melakukan pesta pora yang tidak tau aturan
KESIMPULAN/SARAN
Dari hasil
Tugas tersebut kita dapat mempelajari pada kegiatan 2 “ Kerja Sama Membangu
teks Ankedot “. Dan semoga apa yang kami paparkan di sini akan bermanfaat bagi
kita semua, lebih dan kurangnya mohon dimaafkan. Terimakasih
DAFTAR
PUSTAKA
(Diadaptasi dari http://arje.blog.esaunggul.ac.id/anekdot-politisi-blusukan-banjir/)
(Diadaptasi dari
http://fuadusfa4.blogspot.com/2010/02/anekdot-hukum.html)
Puisi, karya Aditya Yuda Kencana,
http://www.anekdot.web.id/_g.php?_g=_lhti_forum&Bid=2925)
.(Diadaptasikan dari English Text: System and Structure, 1992:
566--567)
Tag :
Artikel,